Trip To Rinjani Via Timba Nuh

Timba Nuh adalah nama daerah di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani bagian selatan, memiliki jalur pendakian yang terdiri dari 4 pos
Jalur Timba Nuh baru dibuka tahun 2004 dan belum dianggap sebagai jalur resmi
Estimasi waktu yang ditempuh dari kota mataram ke Timba Nuh sekitar 1-1,5 jam dengan menggunakan sepeda motor
Jalur Timba Nuh memiliki puncak yang bernama puncak Pelawangan yang berarti pintu, dinamakan puncak Pelawangan karena puncak tersebut adalah pintu menuju gunung Rinjani, perlu diketahui, kawasan Tanaman Nasional Gunung Rinjani memiliki beberapa gunung dengan yang paling terkenal adalah gunung Rinjani dengan puncaknya yang bernama puncak Anjani diambil dari nama dewi anjani dan gunung Barujari (baru jadi) yang terletak di dalam kaldera gunung rinjani dengan danau belerangnya yaitu danau Segaraanak, danau dengan air hangat yang sering digunakan untuk mandi dan bertapa warga sekitar dan luar pulau lombok, menurut cerita, pada zaman dahulu sebelum gunung rinjani bernama gunung rinjani namanya adalah gunung Samalas dengan ketinggian 12.000 mdpl namun kemudian meletus dengan letusan yang sangat kuat hingga menghancurkan sebagian besar dari gunung samalas itu sendiri hingga menyisakan gunung yang sekarang kita lihat dan kita kenal, tapi itu masih cerita dan belum ada catatan sejarah yang mengungkapkan kebenaran dari cerita tersebut, namun jika memang itu benar, maka kita memiliki satu lagi gunung dengan letusan terbesar di dunia yang patut kita waspadai.
Banyak jalur di gunung rinjani, ada sekitar 16 jalur dengan 3 jalur ramai yang cukup terkenal yaitu jalur Sembalun (jalur resmi), jalur Senaru (jalur resmi) , dan jalur Torean (belum resmi) yang paling ramai dikunjungi karena yang langsung mengarah ke danau sebelum menuju puncak Pelawangan sebelum puncak Rinjani.
Sedangkan untuk via Timba Nuh atau jalur selatan tidak ada jalur menuju puncak, puncak Pelawangan Timba Nuh sudah menjadi yang paling tinggi di jalur tersebut baru kemudian turun ke danau dengan jalur ekstrimnya dan hanya orang berpengalaman yang mampu melewatinya dimana kita harus merayap di dinding tebing yang cukup terjal dan pengaman yang masih minim karena jarang yang menggunakan jalur tersebut.
sangat tidak direkomendasikan membawa beban yang banyak dan berat karena untuk turun kita harus merayap ke dinding tebing dan pijakan kaki yang kurang dimana sewaktu-waktu kita bisa saja terpeleset dan lepas pegangan karena kurang fokus kemudian jatuh ke jurang, jadi jangan terlalu nekat kalau mau selamat.

Berikut beberapa foto tentang jalur Gunung Rinjani via Timba Nuh :

Foto bersama dibawah puncak pelawangan timba nuh

 

Puncak anjani, puncak tertinggi di gunung rinjani

 

Anggota Sentraya Bhuana 23 x 26

 

Gunung Barujari yang terlihat setelah kabut dengan asapnya

 

Tebing-tebing curam tepat dibawah pos 4 bawah puncak pelawangan timba nuh

 

beruntung sekali dapat cuaca cerah di pos 4 timba nuh

Waktu yang diperlukan untuk naik sampai ke puncak :

1. Gerbang selamat datang – Pos 1 : 60 – 90 menit dengan sungai mengalir sebagai mata air di bawah pos 1
2. Pos 1 – Pos 2 : 3 – 4 Jam dengan aliran sungai kecil yang selalu mengalir sebagai sumber mata air tepat di bawah pos 2
3. Pos 2 – Pos 3 : 60 – 75 menit dengan sungai dan tempat penampungan air sebagai sumber mata air di bawah pos 3
4. Pos 3 – Pos 4 (puncak Pelawangan) : 2 – 3 Jam tidak ada sumber mata air, jadi harus bawa air dari pos 3

*Jadi tidak perlu bawa air banyak-banyak untuk sampai pos 3, akan tetapi jangan terlalu mengandalkan keberadaan sumber mata air, karena belum tentu air itu akan selalu ada. Jadi tetap bijaksana dan ambil jalan amannya untuk mengatur ketersediaan air selama perjalanan sampai tujuan.

Tipikal jalur di dominasi jalur Landai tanah dari gerbang sampai pertengahan pos 2 ke pos 3, di pertengahan pos 3 ke pos 4 jalur terus menanjak dan berbatu sampai puncak pelawangan, kemudian turun menuju pos 4.
200 meter sebelum puncak Pelawangan jalur berupa batu besar dan cukup terjal dengan sisi kiri adalah jurang yang sangat curam dimana disitulah lokasi danau segaraanak berada dan sisi kanan adalah jurang yang cukup miring dan sangat berbahaya dan setelah itu terdapat bebdera merah putih bendera negara kita indonesia sebagai patokan puncak Pelawangan Timba Nuh lalu turun menuju pos 4 dengan 2 batu besar di sekitaran pos 4.

Vegetasi berupa pohon-pohon tinggi dan teduh dari gerbang sampai pertengahan pos 3 ke pos 4, kemudian dari pos 3 ke pos 4 vegetasi sudah banyak berupa padang savana rumput-rumput tinggi dan sedikit pohon rindang dipertengahan pos 3 ke pos 4, setelahnya, vegetasi hanya berupa rumput dan endemik pohon kecil khas pegunungan karena tanahnya berupa pasir dan batuan.
Bisa dikatakan hampir mirip dengan jalur gunung argopuro via jalur bremi.

Untuk hewan liar di jalur Timba Nuh masih cukup banyak, tapi yang sering muncul adalah hewan monyet, lutung, burung, dan babi. Jadi tetap berjaga-jaga dan jangan meninggalkan satu sama lain.

Sekian, kurang lebihnya akan segera di update.

Tiket masuk pendakian jalur Timba Nuh
10rb/ orang = Domestik
150rb/ orang = Turis mancanegara

Pendaki :
Hamzah Bastian (Babas),
Andryan Cahya A (Billy),
Bang Pace, dan
Bang Ngonga

Terima kasih untuk Bang Pace dan Bang Ngonga dari KAPA Sativa Science Club dari Fakultas Pertanian Universitas Mataram untuk perjalanannya, Salam Lestari !!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s