Sawah

on

suatu siang dalam sebuah kegiatan kantor di daerah pelosok, seorang lelaki takjub oleh indahnya hamparan sawah luas yang dikelilingi bukit hijau dan sungai jernih dengan bebatuan yang mengundang untuk bermain dan berlama-lama dengan tempat tersebut.

Lalu terbesit keinginan dari lelaki tersebut untuk memiliki apa yang dia takjubi.
termenung dan terbawa imajinasi betapa nikmat dan enaknya jadi orang di daerah tersebut yang bisa dikatakan serba disediakan oleh alam sekitarnya

Lalu datang seorang bapak tua memberi salam dan bergurau tentang dalamnya pandangan mata lelaki tersebut akan eloknya alam desa tersebut.
Lalu si lelaki hanya bisa tersenyum malu.
Rupanya bapak tua memperhatikan apa yang dilakukan si lelaki dan tau apa keinginan dari si lelaki.

Dan bapak tua berkata “kalau hendak memiliki sawah yang lebar, maka miliki sawah kecilnya dulu” kemudian si bapak tua pergi sembari memberikan salam dan tersenyum.
Si lelaki pun bingung dengan maksud dari kata-kata bapak tua tadi.

Lalu si lelaki menceritakan hal tersebut dengan rekan kerjanya yang cukup senior dan mengerti tentang bahasa-bahasa kiasan orang lokal.
Dijawablah oleh rekan kerjanya, itu bahasa lama orang dusun/desa kami.

Yang artinya kalau mau memiliki sawah luas, miliki dulu sawah kecilnya, sawah kecil disini maksudnya ya si pemilik sawah tersebut, bisa melalui menjalin tali silaturahmi secara rekan, saudara ataupun secara ikatan pernikahan. Baru kamu bisa ikut memiliki keseluruhannya.

~ tamat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s